Contoh Penetapan Sanksi atas Penyimpangan Nilai Integritas (Mahasiswa S-2)

Seorang mahasiswa S-2 melakukan penyimpangan dalam pengerjaan tesis atau tugas akhirnya berupa fabrikasi data tingkat 2 dan plagiat tingkat 3 (sebanyak 20 kalimat). Mahasiswa tersebut mengaku bahwa tidak mengetahui bahwa plagiat merupakan penyimpagan dan data difabrikasi agar hasil analisis data terlihat positif. Berdasarkan catatan mengenai sejarah penyimpangan mahasiswa tersebut, penyimpangan ini merupakan penyimpangan kedua.

Kalkulasi untuk kasus ini adalah (lihat juga Tabel 35):

  • Untuk faktor yang memberatkan dan meringankan: 150 poin (riwayat penyimpangan) + 150 poin (jenjang pendidikan) + 150 poin (jenis tugas) + 0 poin (intensi kecurangan) + 100 poin (konsekuensi penyimpangan) = 550 poin.
  • Untuk tingkat penyimpangan jenis penyimpangan: 100 poin (tingkat penyimpangan jenis penyimpangan fabrikasi dan falsifikasi) + 200 poin (tingkat penyimpangan jenis penyimpangan plagiat) = 300 poin.
  • Dengan demikian, totalnya 550 poin + 300 poin = 850 poin.
  • Sanksi yang direkomendasikan adalah sanksi tingkat 3 (kategori berat: > 650 poin) untuk mahasiswa S-2, yaitu jika masih berstatus mahasiswa, dikeluarkan dari perguruan tinggi dan dalam hal mahasiswa sudah dinyatakan lulus dan terbukti melakukan penyimpangan nilai integritas akademik dalam penyusunan tesis, atau tugas akhir sejenis lainnya, dikenai sanksi berupa pencabutan gelar dan pembatalan ijazah.