Kategorisasi Sanksi bagi Mahasiswa S-1

Tabel 18 menunjukkan lima faktor yang dapat diperhatikan dalam memberatkan atau meringankan poin penyimpangan yang diberikan kepada pelaku kecurangan akademik pada jenjang S-1. Kelima faktor itu ialah riwayat penyimpangan, jenjang pendidikan, jenis tugas, intensi kecurangan, dan konsekuensi penyimpangan. Riwayat pendidikan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

    1. penyimpangan pertama;
    2. penyimpangan kedua;
    3. penyimpangan ketiga atau lebih.

Pada jenjang S-1, kelompok mahasiswa terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

    1. mahasiswa S-1 yang belum mengikuti pelatihan atau pendidikan tentang integritas akademik;
    2. mahasiswa S-1 yang sudah mengikuti pelatihan atau pendidikan.

Jenis tugas pada jenjang S-1 terbagi menjadi tugas kuliah dan tugas akhir atau skripsi.
Intensi kecurangan terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu :

    1. tidak ada intensi;
    2. ada intensi mengaburkan kecurangan;
    3. ada upaya mengelola, menawarkan, dan/atau mempromosikan kecurangan.

Konsekuensi penyimpangan juga terbagi menjadi tiga:

    1. berpotensi dan/atau berdampak bagi individu;
    2. berpotensi dan/atau berdampak bagi kelompok;
    3. berpotensi dan/atau berdampak secara luas.

penyimpangan S1

 

Tabel 19 menunjukkan lima tingkat penyimpangan dan enam jenis penyimpangan dan jumlah poin yang berbeda untuk jenis penyimpangan yang berbeda. Tingkat 1 menunjukkan pemberian poin penyimpangan terkecil (0 poin) dan untuk tingkat 5 diberi poin tertinggi yaitu poin maksimal 300 poin.

poin

*  Tabel ini sama dengan Tabel 12, disajikan ulang demi kemudahan pembaca.
** Keterangan: untuk jenis pelanggaran plagiat, kesamaan untuk setiap kalimat yang ditemukan akan dikenai sanksi 10 poin. Hal ini berlaku secara kumulatif hingga kemiripan sebanyak 30 kalimat. Kesamaan lebih dari 30 kalimat, akan dikenai sanksi 300 poin.

Pengenaan sanksi terbagi menjadi kategori ringan, sedang, dan berat. Setiap kategori memiliki rentang poin berbeda. Berat ringannya sanksi ditentukan oleh dua komponen utama. Komponen pertama bersumber dari perolehan poin berdasarkan kelima faktor yang dapat memberatkan atau meringankan sanksi. Komponen kedua bersumber dari perolehan poin berdasarkan tingkat penyimpangan terhadap integritas akademik, sesuai dengan jenis penyimpangannya. Dengan demikian, penjatuhan sanksi tidak hanya ditentukan oleh tingkat penyimpangan terhadap integritas akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh lima faktor lain (lihat Tabel 20 sampai dengan Tabel 27).