Kategorisasi Sanksi bagi Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan yang melakukan kecurangan akademik dapat dikenai sanksi yang tidak jauh berbeda dari mahasiswa dan dosen dalam hal lima faktor (riwayat penyimpangan, jenjang pendidikan, jenis tugas, intensi kecurangan, dan konsekuensi penyimpangan) (lihat Tabel 31). Demikian halnya dengan riwayat pendidikan: penyimpangan pertama, kedua, atau ketiga atau lebih. Pada tenaga kependidikan, jabatan fungsional terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. golongan IIId ke bawah dan
  2. golongan IVa ke atas.

Jenis tugas tenaga kependidikan terbagi menjadi karya dengan dana mandiri, karya dengan dana lembaga swasta dalam negeri dan/atau luar negeri, dan karya dengan dana negara. Untuk intensi kecurangan juga tidak berbeda dari pelanggaran yang dilakukan mahasiswa dan dosen: tidak ada intensi, ada intensi mengaburkan kecurangan, dan ada upaya mengelola, menawarkan, dan/atau mempromosikan kecurangan. Konsekuensi penyimpangan juga terbagi berdasarkan luasnya potensi dampak.

Kategori pelanggaran oleh tenaga kependidikan sama seperti pada mahasiswa dan dosen, dengan poin terrendah (0 poin) untuk penyimpangan tingkat 1 dan tertinggi (maksimal 300) untuk penyimpangan terbesar (lihat Tabel 32) 

penyimpangan kependidikan

kependidikan

*  Tabel ini sama dengan Tabel 12, disajikan ulang demi kemudahan pembaca.
** Keterangan: untuk jenis pelanggaran plagiat, kesamaan untuk setiap kalimat yang ditemukan akan dikenai sanksi 10 poin. Hal ini berlaku secara kumulatif hingga kemiripan sebanyak 30 kalimat. Kesamaan lebih dari 30 kalimat, akan dikenai sanksi 300 poin.

 

Kategori penjatuhan sanksi sama seperti pada kasus penyimpangan akademik oleh mahasiswa dan dosen, yakni bersumber dari poin taraf penyimpangan penyimpangan dan dari lima faktor lain (lihat Tabel 33).

tenaga